a{cursor: hand}

Wednesday, 23 January 2013

MODUL 5 PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP (RPKR)




MODUL 5

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP (RPKR)

Kegiatan Belajar 1
Analisis Struktur Kurikulum SD dan Prosedur Dasar Pengembangan Pembelajaran Kelas Rangkap

  1. KARAKTERISTIK KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
    1. Kelompok Mata Pelajaran
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
d. Kelompok mata pelajaran estetika
e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

    1. Prinsip pengembangan Kurikulum
a. Berpusat pada potensi, pengembangan, kebutuhan, dan kepentingan                                              peserta didik dan lingkunngannya. hal ini mengandung makna bahwa pengembangan potensi peserta didik dala konteks lingkungannya merupakan kepedulian utama.
b. Beragam dan terpadu
Hal ini mengandung makna bahwa antarsubstansi kurikulum dikembangkan secara saling berkaitan, dan secara keseluruhan kurikulum dikembangkan secara berdiversifikasi atau dengan keragaman yang bervariasi.
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum harus difungsikan sebagai wahana pendidikan untuk mengakomodasikan dinamika perkembangan pemikiran dan prakatek dalam dunia ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum harus bersifat fungsional, dalam pengertian hasil belajar yang dihasilkan harus memberi bekal kepada peserta didik untuk melanjutkan pendidikan dan menjalani kehidupan nyata dilingkungannya.
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum harus menjadi wahana pengembangan kompetensi secara utuh dan menyeluruh yang didukung oleh semua mata pelajaran yang satu dengan lainnya memiliki saling keterkaitan.
f. Belajar sepanjang hayat
Hal ini mengandung makna bahwa isi dan proses kurikulum harus memungkinkan peserta didik mampu dan mau belajar untuk belajar terus menerus.
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum dikembangkan sebagai wahana pendidikan ke-indonesiaan yang mampu merekat keberagaman untuk membangun persatuan Indonesia.















    1. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
a.      Prinsip pertama dinyatakan bahwa “secara operasional menuntut terlaksananya kurikulum yang memungkinkan peserta didik mencapai ketuntasan kompetensi secara optimal”.
b.      Prinsip kedua dinyatakan bahwa “secara opersional menuntut teraksananya kurikulum yang memungkinkan peserta didik mencapai kualitas proses dan hasil belajar dalam suatu kebutuhan pilar belajar”.
c.       Prinsip ketiga dinyatakan bahwa “secara operasional menuntut terlaksananya kurikulum yang memungkinkan peserta didik mencapai ketuntasan kompetensi secara optimal sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing”.
d.      Prinsip keempat dinyatakan bahwa “sacara operasional menuntut terlaksananya kurikulum yang memungkinkan peserta didik membangun budaya belajar mandiri, kreatif dan mewarisi keteladanan”.
e.       Prinsip kelima dinyatakan bahwa “secara operasional menuntut terlaksananya kurikulum yang memungkinkan peserta didik mencapai ketuntasan kompetensi secara optimal dengan memanfaatkan keanekaragaman proses, dan sumber yang tersedia dalam lingkunngan terbuka”.
f.       Prinsip keenam dinyatakan bahwa “secara operasional menuntut terlaksananya kurikulum yang memungkinkan peserta didik dapat belajar secara efektif dengan memanfaatkan semua dimensi lingkungannya”.
g.      Prinsip ketujuh dinyatakan bahwa “secara operasional menuntut terlaksananya kurikulum koheren atau harmonis dan sistemik/bersistem”.

    1. Struktur Kurikulum SD/MI
a.      “Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan local, dan pengembangan diri seperti tertera pada table 5.2
b.      Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA terpadu” dan IPS terpadu.
c.       pembelajaran pada kelas 1 s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada kelas IV s.d. VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
d.      Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran perminggu secara keseluruhan.
e.       Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
f.       Minggu efektif  dalam satu tahun pelajaran (dua semster) adalah 34-38 minggu.



















  1. PROSEDUR DASAR PENGEMBANGAN KERANGKA RENCANA PEMBELAJARAN

Istilah pembelajaran merupakan terjemahan dari instructional berasal dari kata instruction yang secara khusus diartikan sebagai upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan seseorang belajar. istilah instruksional merupakan serapan dari kata instructional dan kini secara bertukar-tukar dipakai istilah pembelajaran.
Prosedur dasar pengembangan instruksional merupakan desain atau cetak biru pembelajaran. Tahun 1975 istilah ini disebut Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sebagai suatu prosedur disain intruksional merupakan langkah yang sistematis untuk menyusun rencana atau persiapan pembelajaran dan bahan pembelajaran. Jadi produk dari disain intruksional  dapat berupa persiapan pembelajaran, modul, bahan tutorial dan bentuk sarana pedagogis.
Untuk Prosedur Dasar Pengembangan Kerangka Rencana Pembelajaran (RP) bisa dilihat di halaman 5.15



Kegiatan Belajar 2
Perumusan Indikator, Penataan Pengalaman Belajar Dan Kegiatan Pembelajaran Kelas Rangkap


  1. PENGEMASAN PENGALAMAN BELAJAR DALAM RANGKA PKR
Anggaplah anda akan mengajar dengan menggunkan pendekatan PKR untuk Mata Pelajaran PKN di kelas IV dan V.
Bagaimana sebaiknya anda menetapkan pengalaman belajar dalam PKR untuk dua kelas sautu mata pelajaran dalam satu ruangan (PKR 211) dan bagaimana seharusnya anda mengemas pengalaman belajar dalam rangka PKR model tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di halaman 5.23-5.33
Untuk anda ketahui, secara teoritis ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menetapkan topic pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran kelas rangkap antaralain :
v  Prinsip pertama, mengandung arti bahwa topic yang dipilih harus dari   tujuan dan terarah dan terarah pada tujuan.
v     Prinsip kedua, mengandung arti bahwa penetapan topic yang terpadu atau terpisah selalu mengingat dan memperkatikan keadaan murid.
v  Prinsip ketiga, mengandung maksud perlunya guru untuk menyadari kemampuannya dalam mengelola PKR dengan topic yang telah dipilihnya.
v  Prinsip keempat, mengingatkan guru akan perlunya memanfaatkan sarana pendukung belajar murid yang tersedia dan atau dapat diadakan.
v  Prinsip kelima, memperingatkan kita sebagai guru tidak memaksakan diri karena dorongan atau desakan pihak luar hanya karena sekedar untuk turut ramai-ramai.


















  1. CARA MEMILIH SUBSTANSI BELAJAR
Untuk dapat melakukan pemilihan materi yang memadai perlu memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
1.      Mendukung ketercapaian kompetensi dasar dan indicator
2.      Berkaitan erat dengan materi sebelumnya
3.      Didukung oleh sarana dan sumber belajar yang tersedia atau dapat disediakan
4.      Sesuai dengan perkembagan mental murid
5.      Menjadi dasar bagi studi lebih lanjut

C.  CARA MENYUSUN RANCANGAN KEGIATAN BELAJAR
Di luar model-model tersebut ada model dasar pembelajaran yang mengaitkan seluruh model yakni Weil Murphy dan McGreal tahun 1986. model dasar ini memiliki lima langkah sebagai berikut :
1.      Orientasi atau Pendahuluan
Guru menetapkan tujuan, langkah, dan materi.
2.      Pengembangan
Guru menjelaskan konsep atau keterampilan, mendemonstrasikan model, atau langkah, dan mengecek pengertian murid.
3.      Latihan Terstruktur
Guru memandu kegiatan kelompok murid, dan memberi balikan kepada murid, dan murid memberi tanggapan.
4.      Latihan Terbimbing
Murid-murid berlatih memahami konsep baru atau keterampilan, guru memantaunya, dan selanjutnya murid-murid berlatih lebih lanjut diluar kelas.
5.      Latihan Bebas atau mandiri
Guru memeriksa dan membetulkan hasil latihan diluar kelas dan murid melanjutka latihan mandiri

D  CARA MEMILIH SUMBER DAN MEDIA BELAJAR
        Secara sedrhana media belajar mencakup bahan dan alat audio seperti kaset audio, dan siaran radio, bahan dan alat visual seperti siaran TV, gambar, dan diagram, benda tiruan dan benda sesungguhnya.
        Semua bahan dan alat tersebut digunakan untuk membantu murid dalam memahami, menghayati, dan menerapkan bahan belajar yang disiapkan untuk mencapai tujuan. dengan kata lain kehadiran media alam pembelajaran mengandung manfaat dalam membantu murid untuk belajar. Dalam pelaksanaan PKR terutama di SD yang kecil dan memiliki banyak kekurangan dalam sarana belajar, pemilihan media haruslah sesuai dengan lingkungan dan tepat guna. Layak lingkungan artinya media yang dipakai itu tersedia dilingkungan sekitar. Dengan demikian guru atau murid dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keadaan. Tepat guna artinya meskipun media tersebut tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan ideal tapi masih tetap berfungsi membantu murid untuk belajar.


















Kegiatan Belajar  3
Evaluasi Program Pembelajaran Kelas Rangkap

A.    CARA PENILAIAN TERHADAP PELAKSANAAN PKR
1. Mengecek Keterkaitan Jadwal
PKR yang baik seharusnya terjadwal dengan baik. Artinya anda sadar dan siap betul kapan, dikelas mana, dan materi pelajaran mana yang akan diajarkan di kelas-kelas yang dirangkap PKR yang baik tidak bisa dilaksanakan secara incidental artinya sewaktu-waktu karena situasi.

2. Mengecek Keterlaksanaan Pembelajara di Kelas-Kelas yang Dirangkap
Dalam rangka PKR tentunya guru sudah mempersiapkan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dikerjakan di kelas yang dirangkap, dan kegiatan apa pula yang diharapkan dapat dilakukan oleh murid.

3. Mencatat Materi Pelajaran yang Tidak Sempat Diajarkan
      Pernahkah Anda mengalami hal tersebut? dalam praktik bisa saja terjadi dimana suatu materi pelajaran tidak sampai diajarkan karena situasi mendadak.

4. Mencatat Kegiatan yang Tertunda
      Suatu kegiatan yang telah anda rencanakan bisa tertunda bukan? hal itu bisa terjadi karena kehabisan waktu, atau tidak ada alat, atau kehabisan bahan, atau karena gangguan lain.

5. Mencatat Tugas-Tugas yang Harus Diberikan Kepada Murid Hari Minggu Berikutnya
      Maksud kita memberi tugas untuk hari/minggu berikutnya adalah memberi pijakan atau dasar bagi materi yang akan datang dan atau memberi tuntutan belajar lebih lanjut.

6.      Mencata Pertanyaan Murid yang Belum Sempat Terjawab
Setujukah anda dengan pendapat bahwa munculnya pertanyaan dari murid mengenai materi pelajaran yang diajarkan merupakan salah satu cirri bahwa murid memang belajar? pernyataan murid bisa berisi minta penjelasan ulang, atau permintaan penegasan.

7.      Mencatat Murid-Murid yang Belum Banyak Terlihat Secara Aktif Dalam Belajar
Pernahkah anda menjumpai murid yang lebih banyak berbuat (berbicara bertindak) atau lebih banyak diam? Bagaimana tindakan Anda terhadap kedua tipe murid tersebut? Kepada tipe mana perhatian Anda paling besar diberikan? Biasanya kepada anak yang lebih banyak bicara, bertindak, bukan? yang lebih banyak diam sering terlupakan.





















8.      Menuiskan Hal-hal yang Perlu Anda Perbaiki Dalam PKR
Sesungguhnya PKR bisa terjadi di SD manapun. Tapi yang tidak bisa dihindari tentunya di SD-SD sekolah kecil atau SD biasa yang jumlah gurunya lebih kecil dari jumlah kelas.

9.      Mencatat Hal-hal yang Memuaskan Dan Mengecewakan Anda Sebagai Guru Dalam PKR
Bekerja dalam bidang apapun, dimanapun dan apapun akan mengalami rasa puas dan rasa kecewa.

10.  Mengapa Harus Mencatat Hal-hal yang Perlu Dibicarakan dengan Guru Lain?
Masih ingatkah anda bahwa salah satu cirri guru professional ialah memiliki rasa dan sikap kesejawatan atau kolegalisme (rasa kesatuan dalam tugas) yang kuat.

B.  BAGAIMANA MEMANFAATKAN HASIL PENILAIAN PROSES BELAJAR MURID DALAM MEMPERBAIKI PKR

      Pernahkan Anda memanfaatkan nilai ulangan murid untuk memperbaiki PKR? misalnya anda melaksanakan PKR di kelas III dan IV. Ternyata kelas III cenderung mendapat nilai baik karena kelas III dan IV selalu dirangkap dalam satu ruangan tanpa penyekat atau pemisah ruangan. Sebaliknya PKR kelas V dan VI yang selalu berlangsung di dua ruangan terpisah cenderung kurang berdisiplin.


No comments:

Post a Comment

you and me